Blog Yang Membahas Semua Tentang Tekhnologi Informasi Dan Seputar Dunia Android

Android terancam tidak gratis lagi?


Android adalah sistem operasi berbasis Linux yang dirancang untuk perangkat bergerak layar sentuh seperti telepon pintar dan komputer tablet. Android awalnya dikembangkan oleh Android, Inc., dengan dukungan finansial dari Google, yang kemudian membelinya pada tahun 2005. Sistem operasi ini dirilis secara resmi pada tahun 2007, bersamaan dengan didirikannya Open Handset Alliance, konsorsium dari perusahaan-perusahaan perangkat keras, perangkat lunak, dan telekomunikasi yang bertujuan untuk memajukan standar terbuka perangkat seluler. Ponsel Android pertama mulai dijual pada bulan Oktober 2008.

"Source Wikipedia"
Seperti kita ketahuin, android adalah operasi sistem terbaik yang saat ini menjadi raksasa operasi sistem selain iOs, tapi akhir akhir ini Google dengan CEO mencetuskan bahwa Android tidak akan gratis lagi, bahkan di prediksi harganya bakal melejit jauh setera dengan harga dari produksi Apple (iPhone), seperti beberapa berita yang ane kutip dari berbagai sumber di bawah ini.


Era Android gratis mungkin bisa berakhir


KONTAN.CO.ID - BRUSSELS. Sistem operasi terbuka dan gratis. Itulah konsep Android. Sejak tahun 2007, Google menawarkan sistem operasi Android kepada pembuat ponsel dan operator jaringan seluler secara gratis.
Kompensasinya, semua smartphone wajib memasang aplikasi bawaan Google. Kepala Antimonnopoli Eropa Margrethe Vestager telah melakukan investigasi selama tiga tahun. Hasilnya "Google telah menggunakan Android sebagai kendaraan untuk memperkuat dominasi mesin pencariannya," kata Vestager, Kepala Antitrust Eropa, mengutip laporan The New York Times, Kamis (19/7). Maka otoritas tersebut menjatuhkan denda sebesar US$ 5,1 miliar atau Rp 73,44 triliun.Menghadapi vonis itu, Chief Executive Officer (CEO) Google Sundar Pichai menegaskan akan melakukan banding. Ia lalu menjelaskan, perusahaan raksasa ini telah menginvestasikan miliaran dollar Amerika Serikat (AS) dalam mengembangkan Android.
Sebagai kompensasi, Google akan mewajibkan vendor memuat aplikasi buatan Google, seperti mesin pencari, Chrome, Googlpe Play, Maps dan Gmail. "Beberapa di antaranya membantu memastikan telepon berfungsi," terang Pichai, dalam tulisannya di blog perusahaan ini, kemarin.
Namun jika memang dianggap monopoli, Pitchai mempersilakan vendor menggunakan aplikasi pesaing Google. "Berarti kami memperoleh pendapatan hanya jika aplikasi kami dipasang," kata Pichai. Secara tersirat ia menyebutkan, akan mengenakan biaya terhadap sistem Android yang selama ini gratis.
Menurut dia, platform gratis Android, dan rangkaian aplikasi Google, tidak hanya efisien untuk pembuat dan operator telepon, tapi juga untuk konsumen. Jika vendor dan operator jaringan seluler tidak dapat menyertakan aplikasi Google, akan mengganggu keseimbangan ekosistem Android. "Harga murah adalah keunggulan dari persaingan yang ketat. Dan Android memungkinkan semua itu," tegasnya
Terkait sanksi, Google diberikan waktu 90 hari untuk menghentikan praktik anti-persaingan tak sehat ini Perusahaan ini harus mengajukan penundaan jika tak memenuhi target atau terkena denda tambahan 5%.
Selama bertahun-tahun, Google telah mewajibkan pembuat smartphone seperti Samsung, LG dan Huawei untuk mengatur Google sebagai mesin pencari pada perangkat Android dan menginstal browser web Chrome. Jika tidak, mereka akan kehilangan akses ke aplikasi Google. Uni Eropa mencatat bahwa 95% pengguna Android secara global tidak termasuk China telah menggunakan Google Search sebagai mesin pencari.
Denda kali ini sejatinya hanya setara pendapatan dua pekan induk Google, Alphabet Inc yang memiliki cadangan kas US$ 102,9 miliar. Alphabet akan menyisihkan uang denda dari laba kuartal II-2018. Analis Wall Street, berdasarkan Thomson Reuters, memperkirakan, Alphabet mengantongi untung US$ 6,8 miliar pada laporan keuangan April-Juni.
Sumber Berita
Namun jika memang dianggap monopoli, Pitchai mempersilakan vendor menggunakan aplikasi pesaing Google. "Berarti kami memperoleh pendapatan hanya jika aplikasi kami dipasang," kata Pichai. Secara tersirat ia menyebutkan, akan mengenakan biaya terhadap sistem Android yang selama ini gratis
Anggapan monopoli yang di lakukan google apakah menjadi penyebab Android tidak akan gratis lagi?



Android Tidak Gratis, Ponselnya akan Semahal iPhone?

Google baru saja dijatuhi denda sebesar 4,34 Miliar Euro atau setara dengan (Rp 72,8 Triliun) karena dianggap memonopolis pasar Platform mobilde dengan Android. CEO Google, Sundar Pichai pun mengancam bahwa produsen smartphone tidak dapat menggunakan Android secara gratis lagi.
Jika ancaman ini berubah menjadi nyata, konsumen yang akan paling banyak merasakan dampaknya. Tersedianya Android secara gratis menjadikan berbagai produsen smartphone untuk mendapatkan perangkat yang semurah-murahnya.
“Android mungkin alasan utama anda bisa membeli komputer saku dengan kemampuan magis dengan harga di bawah USD 200,” tulis kolumnis Boston Globe, Hiawatha Bray, seperti dikutip detikINET dari Boston Globe, Jumat (20/7/2018).
Android sendiri telah digunakan oleh 1300 produsen perangkat dan dapat ditemu di 24.000 perangkat di setiap price point.
Dengan memberikan Android secara gratis kepada produsen smartphone, Google juga tetap memperoleh keuntungan dari iklan yang muncul di browser Chrome.
“Pembuat ponsel harus setuju untuk menggunakan mesin pencari dan browser Chrome milik Google, yang mengumpulkan data pengguna untuk mesin iklan milik Google yang sangat akurat, yang menghasilkan pendapatan senilai miliaran,” jelas Bray.
Jika nantinya banyak produsen smartphone yang memilih untuk meninggalkan aplikasi milik Google, maka Google tidak akan mendapatkan pendapatan sebanyak tersebut dari Ikalan dan akan berhenti memberikan Android secara gratis.
Jadi, jika produsen smartphone harus membayar untuk menggunakan Android maka diperkirakan harga smartphone Android akan menjadi semakin mahal.
“Jadi kita mungkin saja harus membayar harga iPhone untuk ponsel Android,” ujar Bray.
Sumber berita

Jika nantinya banyak produsen smartphone yang memilih untuk meninggalkan aplikasi milik Google, maka Google tidak akan mendapatkan pendapatan sebanyak tersebut dari Iklan dan akan berhenti memberikan Android secara gratis.
Alasannya karena banyak produsen smartphone yang meninggalkan aplikasi bawaan milik Google , imbasnya google akan mengandalkan iklan sebagai sumber pendapatan dan efeknya android tidak di gratiskan.


Android Terancam Tak Gratis Lagi, Google Gusar


Google sedang waswas. Kepala Eksekutif Google, Sundar Pichai mengingatkan Android terancam tak gratis lagi dinikmati oleh pengguna, buntut dari keputusan Uni Eropa. 
Komisi Uni Eropa mendenda Google US$5 miliar atau Rp72,5 triliun atas praktik antikompetisi yang dilakukan Google. Perusahaan raksasa digital itu dituding menjalankan praktik monopoli dengan mewajibkan aplikasi Google, misalnya Chrome dan aplikasi pencarian harus dipasang pada semua perangkat Android. 
Merespons putusan komisi tersebut, Kepala Eksekutif Google, Sundar Pichai merasa gusar dan langsung membuat memo yang intinya menuliskan, putusan itu bisa mengacaukan ekosistem dan bisnis Android yang berjalan selama ini.
Pichai menuturkan, dampak dari denda tersebut, karena sudah tak wajib mem-bundling aplikasi besutan Google, pembuat ponsel dan operator jaringan lebih memilih aplikasi lain, bukan aplikasi bawaan dari Google. Dampaknya sistemik, bisa merusak ekosistem dan bisnis model Android.
"Hal yang kami khawatirkan atas putusan ini (Komisi Uni Eropa) akan mengacaukan keseimbangan Android. Dan ini akan mengirimkan sinyal mengganggu yang mendukung sistem kepemilikan atas platform terbuka," tutur bos Google tersebut dikutip dari The Verge, Kamis 19 Juli 2018.
Pichai menuturkan, jika produsen ponsel dan operator mobile tak memasang aplikasi besutan Google, maka akan serius dampaknya. "Itu akan mengacaukan keseimbangan ekosistem Android," ujarnya. 
Jika sudah demikian, model bisnis Android bakal berubah dan akan menjadi peringatan serius bagi pelanggan hingga pembuat ponsel.
Bila pembuat ponsel dan operator tak memasang aplikasi Google seperti sebelumnya, maka berimplikasi pada pendapatan iklan seluler Google, yang mana berkontribusi lebih dari 50 persen pendapatan iklan digital bersih dari Google. 
Komisi Uni Eropa sejauh ini tidak memberikan opsi dan solusi atas putusan Google yang menjalankan praktik antikompetisi.
Buntut dari putusan itu, model bisnis Android yang sekarang berlaku bisa berubah dan untuk itu Google mempertimbangkan untuk mengenakan lisenssi Android kepada pembuat ponsel. Artinya Android tak lagi gratis. 
Sumber Berita

"Hal yang kami khawatirkan atas putusan ini (Komisi Uni Eropa) akan mengacaukan keseimbangan Android. Dan ini akan mengirimkan sinyal mengganggu yang mendukung sistem kepemilikan atas platform terbuka," tutur bos Google tersebut dikutip dari The Verge, Kamis 19 Juli 2018.
Tapi di sisi lain, Google juga di bikin galau. sebab, ya jika para produsen tidak mau memasang aplikasi bawaan dari google tidak menutup kemungkinan akan mengganggu sistem android sendiri, bisa saja terjadi crash atau kekacauan lain yang di sebabkan tidak sinkronnya android dengan aplikasi bawaan google yang tidak terpasang.


Yang masih menjadi pertanyaan, apakah para produsen smartphone sudah siap akan masalah ini? mengingat produsen samsung sudah mempunyai Tizen Os tapi mereka masih menggantungkan perangkatnya terhadap android.. hmm menarik untuk di tunggu.

Related : Android terancam tidak gratis lagi?

0 Komentar untuk "Android terancam tidak gratis lagi? "